HUBUNGAN ANTARA PERILAKU
KESELAMATAN KERJA DENGAN HASIL BELAJAR PRAKTIK TEKNIK INSTALASI LISTRIK
Silvia Fajriani
Herdika Benny Ambarisma
Drs. Irzan Zakir, M.Pd
Abstrak
Penelitian
ini bertujuan untuk memperoleh data yang empiris dan fakta yang valid serta
dapat dipercaya di Jurusan Tenik Elektro Universitas Negeri Jakarta, dengan
melibatkan mahasiswa/i yang mengambil mata kuliah teknik instalasi listrik
yaitu 2010/2009. Metode yang digunakan studi eksperimen dengan pendekatan
korelasional. Jumlah sampel 100 mahasiswa dengan menggunakan teknik acak/random
sederhana.
Dengan
menggunakan kuesioner sikap sebanyak 20 butir pertanyaan denga rentang 1-4,
sedangkan untuk mengukur variabel hasil belajar semester 094 yang terdapat form
26.
Uji
hipotesis uji koefisien korelasi dengan taraf signifikan 0,05. Dan didapatkan
terdapat pengaruh yang positif antara sikap keselamaatan kerja dengan hasil belajar
teknik instalasi listrik. Dan dari uji koefisien diperoleh KD sebesar 26,430%.
Kesimpulan
dari penelitian ini adalah salah satunya bahwa terdapat hubungan yang produktif
dan signifikan antara sikap keselamatan kerja degan hasil belajar praktik
Teknik Instalasi Listrik sehingga semakin baik sikap keselamatan kerja dan
kesehatan kerja pada mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Negeri Jakara.
Kata
kunci : Teknik istalasi listrik, K3, keselamatan kerja, kesehatan kerja
Pendahuluan
Keselamatan
dan kesehatan kerja atau K3 merupakan hal yang tidak tepisahkan dalam sistem
ketenagakerjaan dan sumber daya manusia. Keselamatan dan kesehatan kerja tidak
saja sangat penting dalam meningkatkan jaminan sosial dan kesejahteraan para
pekerjanya akan tetapi jauh dari itu keselamatan dan kesehatan kerja berdampak
positif atas keberlanjutan produktivitas kerja. Oleh karena itu, isu
keselamatan dan kesehatan kerja pada saat ini bukan sekedar kewajiban yang
harus diperhatikan oleh para pekerja,
akan tetapi juga harus dipenuhi oleh sebuah sistem pekerjaan.
Bila
dilihat secara umum, suatu pekerjaan yang dilakukan di laboratorium, bengkel
atau ruang-ruang praktik akan mempunyai dampak positif, seperti proses
pekerjaan maupun hasil pekerjaan yang dilakukan, dan juga ada dampak negatifnya
seperti bahaya-bahaya kecelakaan yang mungkin timbul secara langsung maupun
tidak langsung. Jika bahaya-bahaya kecelakaan tidak dicegah atau tidak ditanggulangi
dengan baik maka akan mengakibatkan kecelakaan dan kerugian.
Jurusan
Teknik Elektro Fakultas Teknik Univertas Negeri Jakarta mempunyai banyak mata
kuliah praktik, salah satunya mata kuliah teknik instalasi listrik. Untuk
praktik teknik instalasi listrik mahasiswa diharapkan dapat merakit suatu
instalasi listrik, oleh karena itu mahasiswa harus mempunyai keterampilan,
pengetahuan tentang alat-alatnya, kewaspadaan terada lingkungan praktik, yang
berkaitan dengan keselamatan kerja.
Untuk
mencapai hasil yang baik dalam suatu mata kuliah praktik, mahasiswa harus
mempunyai kedisiplinan dalam praktik, dalam hal ini adalah sikap keselamatan
kerja yang baik.
Metode Penelitian
Penelitian
ini merupakan penelitian korelasional dan bersifat survey sampel yang dirancang
guna mengumpulkan informasi tentang taraf sikap mahasiswa terhadap keselamatan
dan kesehatan kerja (K3) sebagai variabel prediktor dan hasil praktik belajar
Teknik Instalasi Listrik sebagai variabel kriteria. Alasan digunakan studi
korelasional karena bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana variansi
suatu faktor berkaitan dengan variansi-variansi pada satu atau lebih faktor
lain berdasarkan koefisien korelasi.
Dasar Teori
Belajar
merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan
berlangsung seumur hidup, sejak dari bayi hingga liang lahat1.
Sikap
merupakan suatu kondisi intern di dalam subyek yang berperan terhadap
tindakan-tindakan yang diambil, lebih-lebih bila tersedia berbagai kemungkinan
untuk bertindak.
Sehingga
dalam praktik keterampilan seperti Praktik Teknik Instalasi Listrik, siswa atau
mahasiswa perlu memiliki suatu sikap yang terarah keapada hal-hal yang positif
agar terhindar dari bahaya, kecelakaan dan kerugian-kerugian yang tidak
dikehendaki.
Kesehatan
kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan sebagai unsur-unsur yang menunjang
terhada adanya jiwa-raga dan lingkungan kerja yang sehat.
Keselamatan
kerja merupakan suatu upaya dalam melakukan pekerjaan agar dapat terhindar dari
bahaya-bahaya kecelakaan atau kerugian lain.
Hasil Penelitian
Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan dan uji persyaratan data serta uji data dan
persamaan regresi linier sederhana diperoleh model persaman regresi , dengan
uji keberatian yaitu dan uji kelinieran regresi yang berarti bahwa bentuk
hubungan antara variable X (Sikap Keselamatan Kerja) dengan variabel Y (Hasil
Belajar Praktik Teknik Instalasi Listrik) adalah linier.
Sedangkan
berdasarkan hasil perhitungan statistik (uji hipotesis) terbukti bahwa r
sebesar 0,5141 dengan keberartian koefisien korelasi sebesar 3,05 dan penentu
variable X (Sikap Keselamatan Kerja) 26,34% terhadap variabel Y ( Hasil Belajar
Praktik TIL).
Sehingga
secara empiris telah terbukti bahwa Sikap Keselamatan Kerja berkorelasi dengan
hasil belajar mahasiswa Teknik Instalasi Listrik (TIL). Hubungan yang terjadi
anatara kedua variabel tersebut adalah positif, yang berarti jika Sikap
Keselamatan Kerja diterapkan dengan baik maka hasil belajar Teknik Instalasi
Listrik (TIL) akan bagus pula.
Kesimpulan
1.
Dari beberapa pengujian menunjukkan
bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap keselamatan
kerja yang ditingkatkan dalam praktik teknik instalasi listrik dengan hasil
belajar praktik mata kuliah teknik instalsi listrik (TIL) pada mahasiswa
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Dan semakin
baik pula jika sikap Keselamatan Kerja ditingkatkan tidak hanya untuk Praktik
Teknik Instalasi Listrik tetapi untuk semua kegiatan yang ada di lingkungan
Fakultas Teknik
2.
Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan
Kerja (K3) bisa tercapai dengan maksimal jika dibarengi dengan pengetahuan yang
cukup dan praktik dilapangan, karena untuk meningkatkan daya ingat dan
kompetensi yang bagus jika suatu saat dibutuhkan mendadak
3.
Keselamatan, Keamana, dan Kesehatan
Kerja merupakan suau point penting/keterampilan tambahan yang harus dimiliki
oleh setiap mahasiswa.
4.
Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan
Kerja ternyata sekarang juga dikembangkan di instansi pendidikan menengah
kejuruan dengan tujuan agar dapat mengenal lebih awal tentang K3, karena
lulusannya ditunggu oleh dunia industry
Daftar Pustaka
Eveline
Siregar dan Hartini Nara. 2010. Teori
Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Pungki,
Widiatmoko. 2004. Peraturan Keselamaatan
dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Cetakan ke III
Sofyan
Iskandar. 2005. Menerapkan Keselamaatn
dan Kesehatan Kerja. Surakarta: CV Hayati Tumbuh Subur.