Rabu, 28 Mei 2014

TUGAS 5


HUBUNGAN ANTARA PERILAKU KESELAMATAN KERJA DENGAN HASIL BELAJAR PRAKTIK TEKNIK INSTALASI LISTRIK

Silvia Fajriani
Herdika Benny Ambarisma
Drs. Irzan Zakir, M.Pd

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang empiris dan fakta yang valid serta dapat dipercaya di Jurusan Tenik Elektro Universitas Negeri Jakarta, dengan melibatkan mahasiswa/i yang mengambil mata kuliah teknik instalasi listrik yaitu 2010/2009. Metode yang digunakan studi eksperimen dengan pendekatan korelasional. Jumlah sampel 100 mahasiswa dengan menggunakan teknik acak/random sederhana.
Dengan menggunakan kuesioner sikap sebanyak 20 butir pertanyaan denga rentang 1-4, sedangkan untuk mengukur variabel hasil belajar semester 094 yang terdapat form 26.
Uji hipotesis uji koefisien korelasi dengan taraf signifikan 0,05. Dan didapatkan terdapat pengaruh yang positif antara sikap keselamaatan kerja dengan hasil belajar teknik instalasi listrik. Dan dari uji koefisien diperoleh KD sebesar 26,430%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah salah satunya bahwa terdapat hubungan yang produktif dan signifikan antara sikap keselamatan kerja degan hasil belajar praktik Teknik Instalasi Listrik sehingga semakin baik sikap keselamatan kerja dan kesehatan kerja pada mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakara.
Kata kunci : Teknik istalasi listrik, K3, keselamatan kerja, kesehatan kerja

Pendahuluan
Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 merupakan hal yang tidak tepisahkan dalam sistem ketenagakerjaan dan sumber daya manusia. Keselamatan dan kesehatan kerja tidak saja sangat penting dalam meningkatkan jaminan sosial dan kesejahteraan para pekerjanya akan tetapi jauh dari itu keselamatan dan kesehatan kerja berdampak positif atas keberlanjutan produktivitas kerja. Oleh karena itu, isu keselamatan dan kesehatan kerja pada saat ini bukan sekedar kewajiban yang harus diperhatikan oleh  para pekerja, akan tetapi juga harus dipenuhi oleh sebuah sistem pekerjaan.
Bila dilihat secara umum, suatu pekerjaan yang dilakukan di laboratorium, bengkel atau ruang-ruang praktik akan mempunyai dampak positif, seperti proses pekerjaan maupun hasil pekerjaan yang dilakukan, dan juga ada dampak negatifnya seperti bahaya-bahaya kecelakaan yang mungkin timbul secara langsung maupun tidak langsung. Jika bahaya-bahaya kecelakaan tidak dicegah atau tidak ditanggulangi dengan baik maka akan mengakibatkan kecelakaan dan kerugian.
Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Univertas Negeri Jakarta mempunyai banyak mata kuliah praktik, salah satunya mata kuliah teknik instalasi listrik. Untuk praktik teknik instalasi listrik mahasiswa diharapkan dapat merakit suatu instalasi listrik, oleh karena itu mahasiswa harus mempunyai keterampilan, pengetahuan tentang alat-alatnya, kewaspadaan terada lingkungan praktik, yang berkaitan dengan keselamatan kerja.
Untuk mencapai hasil yang baik dalam suatu mata kuliah praktik, mahasiswa harus mempunyai kedisiplinan dalam praktik, dalam hal ini adalah sikap keselamatan kerja yang baik.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dan bersifat survey sampel yang dirancang guna mengumpulkan informasi tentang taraf sikap mahasiswa terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai variabel prediktor dan hasil praktik belajar Teknik Instalasi Listrik sebagai variabel kriteria. Alasan digunakan studi korelasional karena bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana variansi suatu faktor berkaitan dengan variansi-variansi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan koefisien korelasi.
Dasar Teori
Belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak dari bayi hingga liang lahat1.
Sikap merupakan suatu kondisi intern di dalam subyek yang berperan terhadap tindakan-tindakan yang diambil, lebih-lebih bila tersedia berbagai kemungkinan untuk bertindak.
Sehingga dalam praktik keterampilan seperti Praktik Teknik Instalasi Listrik, siswa atau mahasiswa perlu memiliki suatu sikap yang terarah keapada hal-hal yang positif agar terhindar dari bahaya, kecelakaan dan kerugian-kerugian yang tidak dikehendaki.
Kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan sebagai unsur-unsur yang menunjang terhada adanya jiwa-raga dan lingkungan kerja yang sehat.
Keselamatan kerja merupakan suatu upaya dalam melakukan pekerjaan agar dapat terhindar dari bahaya-bahaya kecelakaan atau kerugian lain.

Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan uji persyaratan data serta uji data dan persamaan regresi linier sederhana diperoleh model persaman regresi , dengan uji keberatian yaitu dan uji kelinieran regresi yang berarti bahwa bentuk hubungan antara variable X (Sikap Keselamatan Kerja) dengan variabel Y (Hasil Belajar Praktik Teknik Instalasi Listrik) adalah linier.
Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan statistik (uji hipotesis) terbukti bahwa r sebesar 0,5141 dengan keberartian koefisien korelasi sebesar 3,05 dan penentu variable X (Sikap Keselamatan Kerja) 26,34% terhadap variabel Y ( Hasil Belajar Praktik TIL).
Sehingga secara empiris telah terbukti bahwa Sikap Keselamatan Kerja berkorelasi dengan hasil belajar mahasiswa Teknik Instalasi Listrik (TIL). Hubungan yang terjadi anatara kedua variabel tersebut adalah positif, yang berarti jika Sikap Keselamatan Kerja diterapkan dengan baik maka hasil belajar Teknik Instalasi Listrik (TIL) akan bagus pula.
Kesimpulan
1.        Dari beberapa pengujian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap keselamatan kerja yang ditingkatkan dalam praktik teknik instalasi listrik dengan hasil belajar praktik mata kuliah teknik instalsi listrik (TIL) pada mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta. Dan semakin baik pula jika sikap Keselamatan Kerja ditingkatkan tidak hanya untuk Praktik Teknik Instalasi Listrik tetapi untuk semua kegiatan yang ada di lingkungan Fakultas Teknik
2.        Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan Kerja (K3) bisa tercapai dengan maksimal jika dibarengi dengan pengetahuan yang cukup dan praktik dilapangan, karena untuk meningkatkan daya ingat dan kompetensi yang bagus jika suatu saat dibutuhkan mendadak
3.        Keselamatan, Keamana, dan Kesehatan Kerja merupakan suau point penting/keterampilan tambahan yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa.
4.        Keselamatan, Keamanan, dan Kesehatan Kerja ternyata sekarang juga dikembangkan di instansi pendidikan menengah kejuruan dengan tujuan agar dapat mengenal lebih awal tentang K3, karena lulusannya ditunggu oleh dunia industry
Daftar Pustaka
Eveline Siregar dan Hartini Nara. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Pungki, Widiatmoko. 2004. Peraturan Keselamaatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Cetakan ke III
Sofyan Iskandar. 2005. Menerapkan Keselamaatn dan Kesehatan Kerja. Surakarta: CV Hayati Tumbuh Subur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar